Dihari saat kamu mendapat pesan dariku, dengan 3 huruf sederhana yang menyapamu.
Percayalah, pada saatnya juga aku telah berhasil menjatuhkan egoku yang telah ribuan kali mencoba menentangnya.
Aku telah mampu menaklukkan diri sendiri atas perasaan ini. Kamu harus tau bahwa aku telah mencoba berkali kali untuk memulainya. Meski sekedar 'Hai' singkat seolah tanpa makna. Sungguh di dalamnya terbersit harapan untuk mengetahui kabarmu yang jauh disana.
Tidak kah kamu rindu? :)
Pertanyaan ini ingin sekali ku tau jawabanmu. Meski mungkin harus kuterima kenyataan sakit karena tak dirindukan oleh seseorang yg aku rindukan.
Seperti cinta, mungkin rindu juga bisa bertepuk sebelah ruang. Saat ruang hatiku dan ruang hatimu tidak senada. Aku merindu dan kamu justru tidak peduli terhadapku. Maka biarlah kerinduan yg sesak ini mengalir bersama kata kata yang ku tulis ini.
Dariku, yang begitu putus asa merindukanmu.
Percayalah, pada saatnya juga aku telah berhasil menjatuhkan egoku yang telah ribuan kali mencoba menentangnya.
Aku telah mampu menaklukkan diri sendiri atas perasaan ini. Kamu harus tau bahwa aku telah mencoba berkali kali untuk memulainya. Meski sekedar 'Hai' singkat seolah tanpa makna. Sungguh di dalamnya terbersit harapan untuk mengetahui kabarmu yang jauh disana.
Tidak kah kamu rindu? :)
Pertanyaan ini ingin sekali ku tau jawabanmu. Meski mungkin harus kuterima kenyataan sakit karena tak dirindukan oleh seseorang yg aku rindukan.
Seperti cinta, mungkin rindu juga bisa bertepuk sebelah ruang. Saat ruang hatiku dan ruang hatimu tidak senada. Aku merindu dan kamu justru tidak peduli terhadapku. Maka biarlah kerinduan yg sesak ini mengalir bersama kata kata yang ku tulis ini.
Dariku, yang begitu putus asa merindukanmu.
Comments
Post a Comment