Pada sudut terkecil ruang hatimu, aku percaya aku pernah mengisinya. Menjadi alasanmu tersenyum bahagia, menggenggam harap bersama, meski pada akhirnya harus berakhir entah tanpa disengaja.
Aku yang selalu mencoba mengerti, bahwa kesibukan adalah bagian dari ujian kebersamaan. Aku yang selalu meminta temu, disela sela waktu padatmu, namun seringkali harus merawat rasa itu. Aku yang selalu bilang rindu, padamu yang tak juga mampu membunuh jarak meski dekat. Aku yang selalu mencoba mematahkan takut, saat kamu diam diam mulai terlihat kalut. Bahwa setelah memberi nyaman kemudian menghilang bukanlah kamu.
Nyatanya mimpi buruk itu ada. Ketakutanku benar adanya. Saat rinduku sudah tak mengenal tapi, saat kecewaku sudah tak mampu memberi maaf lagi, saat sabarku sudah tak tersisa lagi, aku mengerti ini saatnya aku untuk berhenti. Mengerti bahwa di dunia ini ada hal-hal yang memang tidak bisa kita paksakan. Dan menerima dengan ikhlas adalah sebaik-baiknya pilihan. Kini aku hanya bisa merelakan. Hadir yang dulu tak ada, kemudian menjadi terbiasa, pada akhirnya harus kubiasakan tak ada.
Dariku yang sebatas pernah, ada dihidupmu.
Aku yang selalu mencoba mengerti, bahwa kesibukan adalah bagian dari ujian kebersamaan. Aku yang selalu meminta temu, disela sela waktu padatmu, namun seringkali harus merawat rasa itu. Aku yang selalu bilang rindu, padamu yang tak juga mampu membunuh jarak meski dekat. Aku yang selalu mencoba mematahkan takut, saat kamu diam diam mulai terlihat kalut. Bahwa setelah memberi nyaman kemudian menghilang bukanlah kamu.
Nyatanya mimpi buruk itu ada. Ketakutanku benar adanya. Saat rinduku sudah tak mengenal tapi, saat kecewaku sudah tak mampu memberi maaf lagi, saat sabarku sudah tak tersisa lagi, aku mengerti ini saatnya aku untuk berhenti. Mengerti bahwa di dunia ini ada hal-hal yang memang tidak bisa kita paksakan. Dan menerima dengan ikhlas adalah sebaik-baiknya pilihan. Kini aku hanya bisa merelakan. Hadir yang dulu tak ada, kemudian menjadi terbiasa, pada akhirnya harus kubiasakan tak ada.
Dariku yang sebatas pernah, ada dihidupmu.
Comments
Post a Comment