Siang ini udara berhembus dengan ringan, matahari bersinar terik, awan awanpun saling bertegur sapa. Aku iri padanya. Andai aku juga bisa, menanyakan kabarmu yang jauh disana.
Hari ini, sudah hampir 2 bulan sejak pertemuan kita terakhir kali. Tentu saja aku rindu haha. Tapi aku selalu berusaha untuk tidak terlalu larut dengan hal itu. Aku hanya menjalani dan menikmati apa yang telah terjadi.
Sejujurnya bukankah apa yang telah terjadi terlalu sulit untuk kita jabarkan? Maksutku, kita terlalu gengsi untuk mengakui, pun memulai. Kita hanya sibuk membuat penolakan atas masing-masing kita. Aku tidak peduli jika kau mengira aku terlalu percaya diri karena tulisan ini, seperti yang kau sampaikan pada ku terakhir kali. Dan kau tau, perkataanmu itu juga yang membuatku berfikir bahwa aku telah terlalu jauh.
Menginginkan kita bersama, nyatanya terlalu berat bagiku. Kau yang terus saja menjauh. Membuatku berfikir ratusan kali untuk pergi. Meski pada akhirnya aku kembali lagi.
Meski berat, meski terlambat, tidak kah kau ingin kejujuran dari masing masing kita? Tidak kah kau penasaran dengan perasaan yang kupunya? Bukankah, sebuah tindakan kecil bisa mengubah masa depan. Kita tidak akan pernah tau jika kita tidak mencoba. Keraguan yang selama ini kita rasakan, bukankah pada akhirnya harus dijelaskan? Kejujuran sekalipun menyakitkan, setidaknya tidak pernah memberikan penyesalan. Karena bagiku, hal yang paling menyakitkan adalah sebuah penyesalan.
Maka, datanglah. Hatiku masih membuka pintu untukmu. Mari kita saling jujur dengan diri sendiri.
Hari ini, sudah hampir 2 bulan sejak pertemuan kita terakhir kali. Tentu saja aku rindu haha. Tapi aku selalu berusaha untuk tidak terlalu larut dengan hal itu. Aku hanya menjalani dan menikmati apa yang telah terjadi.
Sejujurnya bukankah apa yang telah terjadi terlalu sulit untuk kita jabarkan? Maksutku, kita terlalu gengsi untuk mengakui, pun memulai. Kita hanya sibuk membuat penolakan atas masing-masing kita. Aku tidak peduli jika kau mengira aku terlalu percaya diri karena tulisan ini, seperti yang kau sampaikan pada ku terakhir kali. Dan kau tau, perkataanmu itu juga yang membuatku berfikir bahwa aku telah terlalu jauh.
Menginginkan kita bersama, nyatanya terlalu berat bagiku. Kau yang terus saja menjauh. Membuatku berfikir ratusan kali untuk pergi. Meski pada akhirnya aku kembali lagi.
Meski berat, meski terlambat, tidak kah kau ingin kejujuran dari masing masing kita? Tidak kah kau penasaran dengan perasaan yang kupunya? Bukankah, sebuah tindakan kecil bisa mengubah masa depan. Kita tidak akan pernah tau jika kita tidak mencoba. Keraguan yang selama ini kita rasakan, bukankah pada akhirnya harus dijelaskan? Kejujuran sekalipun menyakitkan, setidaknya tidak pernah memberikan penyesalan. Karena bagiku, hal yang paling menyakitkan adalah sebuah penyesalan.
Maka, datanglah. Hatiku masih membuka pintu untukmu. Mari kita saling jujur dengan diri sendiri.
Comments
Post a Comment