Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2018

Sepatah musim semi kali ini

Sepagi ini sudah patah (lagi) Kali ini oleh siapa? Kenapa? Mengapa? Hei kamu, Sudah, jangan biarkan dirimu tenggelam dalam kesedihan Luka yang menyayat biarkan terpahat Hati yang terkikis biarkan menangis Air mata yang jatuh biarkan  meluruh Seluruh kesedihan yang menikam biarkan melebam Barangkali tuhan belum berbaik hati, kali ini. Jangan biarkan patah itu membuatmu lengah, Teruslah berjalan pada setiap tapak jalan bergelombang di depan yg penuh kekosongan Hatimu kuat, setidaknya sampai saat ini Jangan pernah meminta rasa iba pada siapa-siapa Kamu kuat dengan sebenar-benarnya Teruslah melangkah, meski peluh jatuh berpuluh puluh Jalanmu akan bertemu dipersimpangan yang entah akan dibersamakan atau lagi-lagi ditinggalkan. Kamu hanya perlu bersiap hati, bahwa jangan lagi memberi hati pada yang tidak berniat mengimami. Kesunyian yang dia jadikan alasan untuk menujumu adalah jahat yg lebih halus dari berkhianat. Tetaplah menjadi kuat kamu. Dipatahkan bukan berart...