Batas akhir mencintai seseorang adalah mengikhlaskan. Sebab memiliki hanyalah mimpi. Semua rasa dan rindu yang selama ini terpendam telah tercurahkan. Namun sayang, tidak semua cinta mendapat balasan. Aku cukup tau diri perihal rasa. Jika memang kau tak cinta, aku bisa apa. Menunggu? Tidak, aku sudah cukup berterimakasih dengan ini semua. Terimalah aku sebagai perempuan yang pernah memperjuangkanmu. Yang selalu mengucap rindu dan menuntut temu. Yang selalu setia menunggu meski dikecewakan selalu. Terimakasih telah ada, Memberi warna, bahagia~ meski sementara. Kau tidak cinta aku tak apa, Aku hanya tak ingin kau ada, karna iba. Jangan khawatir, aku tetap cinta. Namun berusaha rela. Sebab mencintai perihal memberi, karena memiliki hanya sebuah ilusi. Teruntuk, Kau. Yang tak sampai termiliki.