Aku kalah lagi, kali ini. Perihal mengendalikan perasaanku. Aku tak mampu lagi. Kembali berekspektasi terlalu tinggi. Hingga aku lupa, jatuh ini begitu menyesakkan. Tak semestinya aku berfikir demikian. Hingga lara ini kembali datang. Haruskah aku satu satunya pihak yang kusalahkan? Disaat orang lain juga memberi harapan. Atau aku saja yang begitu kegirangan dan menganggap itu sebagai sebuah tanda rasa sayang. Sejujurnya aku tidak ingin menangis. Namun aku gagal kali ini. Setiap kata yang tertulis diiringi dengan air mata. Perihal pergi darimu harusnya sudah kulakukan sejak dulu. Agar luka semacam ini tidak menyakiti ku (lagi). Namun ketika saat itu aku memutuskan untuk kembali untukmu, nyatanya bukan aku pilihanmu. Bukan aku yang ada dihatimu. Aku tiada henti menyalahkan diri sendiri. Bodoh kadang sampai keterlaluan. Hingga menyakiti hati yang sudah patah hingga lebam. Haruskah aku benar benar pergi kali ini? Dan menutup semua perihal kita? Jika aku benar melakukannya. Tol...