Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2018

Rindu yang tak sempat kamu baca

Dihari saat kamu mendapat pesan dariku, dengan 3 huruf sederhana yang menyapamu. Percayalah, pada saatnya juga aku telah berhasil menjatuhkan egoku yang telah ribuan kali mencoba menentangnya. Aku telah mampu menaklukkan diri sendiri atas perasaan ini. Kamu harus tau bahwa aku telah mencoba berkali kali untuk memulainya. Meski sekedar 'Hai' singkat seolah tanpa makna. Sungguh di dalamnya terbersit harapan untuk mengetahui kabarmu yang jauh disana. Tidak kah kamu rindu? :) Pertanyaan ini ingin sekali ku tau jawabanmu. Meski mungkin harus kuterima kenyataan sakit karena tak dirindukan oleh seseorang yg aku rindukan. Seperti cinta, mungkin rindu juga bisa bertepuk sebelah ruang. Saat ruang hatiku dan ruang hatimu tidak senada. Aku merindu dan kamu justru tidak peduli terhadapku. Maka biarlah kerinduan yg sesak ini mengalir bersama kata kata yang ku tulis ini. Dariku, yang begitu putus asa merindukanmu.

Andai itu bukan aku

Andai itu bukan aku, yang ada di hatimu. Maka aku ingin berterimakasih. Untuk semuanya yang pernah kita lakukan bersama. Kalaupun itu tidak berakhir seperti yang aku inginkan. Aku akan selalu ingat, bagaimana bahagianya kita kala itu. Sibuk mencari cari  dan bermain seperti anak kecil. Betapa tawa bahagia kita saat itu sangat berharga. Aku tidak membencinya, aku tidak membencimu, aku tidak membenci kita. Aku hanya membenci diriku sendiri. Aku benci diriku yang terlalu polos untuk menganggap bahwa itu adalah sebuah perasaan lebih. Aku marah pada diriku bahwa aku telah salah mengartikan kebaikanmu. Aku fikir kamu hanya seperti itu kepadaku haha, ternyata kamu memang baik ke semuanya.  Kamu memang lelaki yang sangat baik. Dan itu yang membuatku marah, pada diri sendiri. Semakin kamu bersikap baik pada semua orang, eh maksutku ke semua wanita itu juga yang membuatku semakin marah pada diri sendiri. Bisa bisanya aku berfikir kamu memiliki rasa padaku padahal memang kamu seb...

Kejujuran yang berat

Siang ini udara berhembus dengan ringan, matahari bersinar terik, awan awanpun saling bertegur sapa. Aku iri padanya. Andai aku juga bisa, menanyakan kabarmu yang jauh disana. Hari ini, sudah hampir 2 bulan sejak pertemuan kita terakhir kali. Tentu saja aku rindu haha. Tapi aku selalu berusaha untuk tidak terlalu larut dengan hal itu. Aku hanya menjalani dan menikmati apa yang telah terjadi. Sejujurnya bukankah apa yang telah terjadi terlalu sulit untuk kita jabarkan? Maksutku, kita terlalu gengsi untuk mengakui, pun memulai. Kita hanya sibuk membuat penolakan atas masing-masing kita. Aku tidak peduli jika kau mengira aku terlalu percaya diri karena tulisan ini, seperti yang kau sampaikan pada ku terakhir kali. Dan kau tau, perkataanmu itu juga yang membuatku berfikir bahwa aku telah terlalu jauh. Menginginkan kita bersama, nyatanya terlalu berat bagiku. Kau yang terus saja menjauh. Membuatku berfikir ratusan kali untuk pergi. Meski pada akhirnya aku kembali lagi. Meski berat, ...