Andai itu bukan aku, yang ada di hatimu. Maka aku ingin berterimakasih. Untuk semuanya yang pernah kita lakukan bersama. Kalaupun itu tidak berakhir seperti yang aku inginkan. Aku akan selalu ingat, bagaimana bahagianya kita kala itu. Sibuk mencari cari dan bermain seperti anak kecil. Betapa tawa bahagia kita saat itu sangat berharga.
Aku tidak membencinya, aku tidak membencimu, aku tidak membenci kita. Aku hanya membenci diriku sendiri. Aku benci diriku yang terlalu polos untuk menganggap bahwa itu adalah sebuah perasaan lebih. Aku marah pada diriku bahwa aku telah salah mengartikan kebaikanmu. Aku fikir kamu hanya seperti itu kepadaku haha, ternyata kamu memang baik ke semuanya.
Kamu memang lelaki yang sangat baik. Dan itu yang membuatku marah, pada diri sendiri. Semakin kamu bersikap baik pada semua orang, eh maksutku ke semua wanita itu juga yang membuatku semakin marah pada diri sendiri. Bisa bisanya aku berfikir kamu memiliki rasa padaku padahal memang kamu sebaik itu :D
Kamu ingat percakapan kita malam itu? Aku bilang kamu bajingan. Tapi kamu menolak dan tidak terima, dan mengatakan bahwa kamu lebih parah dari itu. Katamu kamu bukan bajingan tapi bangsat. Haha, aku tertawa setiap kali ingat ini.
Haahaha, enggak kok aku nggak marah. Aku hanya tiba tiba ingat kata kata itu saja, dan sesekali berfikir kamu bangsat karena terlalu baik ke semuanya.
Comments
Post a Comment