Jangan bersedih
Kataku,
Entah siapa yang pantas menerima ucapan ini. Kamu yg masih selalu mengingat masa lalumu, atau aku yang berdiri di depanmu dg bayangan masa lalumu.
Barang kali kita tampak menyedihkan. Terlalu memaksa atau justru karena ingin mencari penyembuhan dari masing masing kita.
Kamu yg belum bisa lepas dari masa lalumu, dan aku yg baru saja menerima luka dari seseorang yg pernah menjanjikan bersama kemudian pergi tanpa kata.
Entah siapa yang pantas menerima ucapan ini. Kamu yg masih selalu mengingat masa lalumu, atau aku yang berdiri di depanmu dg bayangan masa lalumu.
Barang kali kita tampak menyedihkan. Terlalu memaksa atau justru karena ingin mencari penyembuhan dari masing masing kita.
Kamu yg belum bisa lepas dari masa lalumu, dan aku yg baru saja menerima luka dari seseorang yg pernah menjanjikan bersama kemudian pergi tanpa kata.
Melihatmu yang semakin mengingat masa lalumu, membuatku semakin tak di inginkan. Oh iya, apalah aku ini. Hanya sekedar penenang saat kamu kebingungan, menjadi ramai saat hatimu sepi, menjadi mimpi kala nyata di depanmu terlampau perih untuk dilewati. Aku, menyedihkan.
Tidak selamanya kita akan seperti ini bukan? Mungkin esok atau lusa akan ada yg berubah dari kita. Barang kali, esok kau akan memutuskan untuk menutup semua tentang hal buruk itu, dan menatap langkah depan bersama aku yg sedari dulu menginginkan itu.
Atau justru, lusa aku yang akan beranjak meninggalkan kamu yang tak jua paham bahwa aku telah menunggu selama ini.
Atau justru, lusa aku yang akan beranjak meninggalkan kamu yang tak jua paham bahwa aku telah menunggu selama ini.
Saat ini yang perlu kamu lakukan,
Tuntaskan rasamu.
Tutup semua kenangan buruk itu.
Masa lalumu telah usai.
Lihatlah ke depan,
Dunia masih tampak begitu indah untuk kamu lewatkan.
Tuntaskan rasamu.
Tutup semua kenangan buruk itu.
Masa lalumu telah usai.
Lihatlah ke depan,
Dunia masih tampak begitu indah untuk kamu lewatkan.
Comments
Post a Comment