Sore ini aku sedih dan gembira.
Aku bertemu dengan seseorang, dia mirip sekali denganmu.
Kulihat sekali lagi, aku pastikan itu bukan kamu. Meski sebenarnya aku berharap.
Aku sedih karena setelah benar kupastikan dia bukan kamu. Sedih karena hujan lebat sore itu mematahkan hatiku sekali lagi,
Lagi lagi kamu dan hujan membuatku bersedih.
Tapi aku gembira. Meski dia benar bukan kamu, setidaknya. Aku bisa melihat wajahmu pada diri orang lain. Serindu itu aku padamu, dan sebersyukur itu aku dengan pertemuan ini.
Meski pada akhirnya dia bukan kamu. Semoga dilain kesempatan Tuhan benar mempertemukan kamu, yang ku rindukan dengan teramat pedih sekali.
Aku bertemu dengan seseorang, dia mirip sekali denganmu.
Kulihat sekali lagi, aku pastikan itu bukan kamu. Meski sebenarnya aku berharap.
Aku sedih karena setelah benar kupastikan dia bukan kamu. Sedih karena hujan lebat sore itu mematahkan hatiku sekali lagi,
Lagi lagi kamu dan hujan membuatku bersedih.
Tapi aku gembira. Meski dia benar bukan kamu, setidaknya. Aku bisa melihat wajahmu pada diri orang lain. Serindu itu aku padamu, dan sebersyukur itu aku dengan pertemuan ini.
Meski pada akhirnya dia bukan kamu. Semoga dilain kesempatan Tuhan benar mempertemukan kamu, yang ku rindukan dengan teramat pedih sekali.
Comments
Post a Comment