Sepagi ini sudah patah (lagi)
Kali ini oleh siapa? Kenapa? Mengapa?
Hei kamu,
Sudah, jangan biarkan dirimu tenggelam dalam kesedihan
Luka yang menyayat biarkan terpahat
Hati yang terkikis biarkan menangis
Air mata yang jatuh biarkan meluruh
Seluruh kesedihan yang menikam biarkan melebam
Barangkali tuhan belum berbaik hati, kali ini.
Jangan biarkan patah itu membuatmu lengah,
Teruslah berjalan pada setiap tapak jalan bergelombang di depan yg penuh kekosongan
Hatimu kuat, setidaknya sampai saat ini
Jangan pernah meminta rasa iba pada siapa-siapa
Kamu kuat dengan sebenar-benarnya
Teruslah melangkah, meski peluh jatuh berpuluh puluh
Jalanmu akan bertemu dipersimpangan yang entah akan dibersamakan atau lagi-lagi ditinggalkan.
Kamu hanya perlu bersiap hati, bahwa jangan lagi memberi hati pada yang tidak berniat mengimami.
Kesunyian yang dia jadikan alasan untuk menujumu adalah jahat yg lebih halus dari berkhianat.
Tetaplah menjadi kuat kamu.
Dipatahkan bukan berarti harus patah.
Payah jika kamu menyerah.
Maka teruslah berjalan melalui jalan panjang itu.
Sampai Tuhan berkata berhenti, disitulah harus kamu letakkan hati yang sudah terkoyak
Padanya kelak akan kamu simpan, rasa yg benar akan menjatuhkanmu pada yang tepat.
Bukan yang pandai memikat, kemudian menjatuhkanmu tanpa sebab.
Selamat menikmati sakit wahai kamu.
Sedihlah,
Menangislah,
Kemudian bangkitlah,
Harimu masih panjang
Selamat menikmati musim semi dengan patah hati terbaikmu, kamu ya kamu.
Teruntuk kamu,
Diri sendiri.
Kali ini oleh siapa? Kenapa? Mengapa?
Hei kamu,
Sudah, jangan biarkan dirimu tenggelam dalam kesedihan
Luka yang menyayat biarkan terpahat
Hati yang terkikis biarkan menangis
Air mata yang jatuh biarkan meluruh
Seluruh kesedihan yang menikam biarkan melebam
Barangkali tuhan belum berbaik hati, kali ini.
Jangan biarkan patah itu membuatmu lengah,
Teruslah berjalan pada setiap tapak jalan bergelombang di depan yg penuh kekosongan
Hatimu kuat, setidaknya sampai saat ini
Jangan pernah meminta rasa iba pada siapa-siapa
Kamu kuat dengan sebenar-benarnya
Teruslah melangkah, meski peluh jatuh berpuluh puluh
Jalanmu akan bertemu dipersimpangan yang entah akan dibersamakan atau lagi-lagi ditinggalkan.
Kamu hanya perlu bersiap hati, bahwa jangan lagi memberi hati pada yang tidak berniat mengimami.
Kesunyian yang dia jadikan alasan untuk menujumu adalah jahat yg lebih halus dari berkhianat.
Tetaplah menjadi kuat kamu.
Dipatahkan bukan berarti harus patah.
Payah jika kamu menyerah.
Maka teruslah berjalan melalui jalan panjang itu.
Sampai Tuhan berkata berhenti, disitulah harus kamu letakkan hati yang sudah terkoyak
Padanya kelak akan kamu simpan, rasa yg benar akan menjatuhkanmu pada yang tepat.
Bukan yang pandai memikat, kemudian menjatuhkanmu tanpa sebab.
Selamat menikmati sakit wahai kamu.
Sedihlah,
Menangislah,
Kemudian bangkitlah,
Harimu masih panjang
Selamat menikmati musim semi dengan patah hati terbaikmu, kamu ya kamu.
Teruntuk kamu,
Diri sendiri.
Menyemangati diri padahal yg nyemangati butuh disemangati jua..
ReplyDeleteKarna pura pura tegar itu kadang perlu :')
ReplyDelete