Skip to main content

Untuk orang orang yang baru patah hati

Dalam hidup pasti ada yang datang dan pergi. Entah memberi cinta atau mengukir luka, entah tinggal entah berlalu semua silih berganti tanpa menunggu persetujuanmu. Setiap kepergian pasti menyisakan kenangan. Bukan kepergian yang menyesakkan, tapi kenangan yang tetap tinggal disetiap sudut tempat dan waktu yang pernah menjadi saksi bisu perjalanan cintamu. Ingatlah satu hal bahwa setiap akhir adalah awal yang baru. Selalu ada yang datang ketika seseorang memilih pergi. Maka janganlah mengkhawatirkan sebuah kepergian, meski kenangannya sulit kau lawan kau hanya perlu mengikhlaskan. Percaya bahwa Tuhan tidak akan mengambil tanpa mengganti dengan yang lebih baik. Perpisahan pasti akan terjadi, cepat atau lambat.

Seberapa menyedihkan sesuatu, seberapa menyakitkan kejadian dan seberapa sulit situasi, kenyataan tetaplah kenyataan yang harus kau hadapi. Bukankah tuhan selalu punya rencana. Setelah hujan selalu ada pelangi, setelah luka pasti ada bahagia, setelah kepergian pasti ada kehadiran. Semua indah pada waktunya, kau hanya perlu bersabar.

Patah hati itu mendewasakan. Kecewa itu menguatkan. Nikmati prosesnya, rasakan betapa sakitnya hatimu dihancurkan, betapa kecewamu sangat menyakitkan dan betapa sedihmu begitu memilukan. Kemudian menangislah sampai kau benar benar lelah, sampai hatimu payah hingga kau jengah. Patah hati sejatinya mengajarkan tentang banyak hal. Patah hati membuatmu semakin dewasa meski harus merasakan luka. Untuk bisa melompat lebih jauh harus mundur satu langkah bukan? Maka nikmatilah selagi kau merasakan sakit. Sakit dan sembuh itu satu paket, hanya waktu yang akan menggantikan keduanya. Kelak saat hatimu sudah sembuh, kau akan mengingat betapa keras upayamu untuk bangkit dari kesedihan, kau akan tersenyum mengingat bagaimana kau berusaha membunuh rasamu untuknya, mengubur dalam dalam kenangan bersamanya dan berpura pura amnesia untuk melupakannya. Semua butuh waktu dan proses. Teruslah berusaha karena kau tak pernah tau jika tiba tiba Tuhan mempertemukanmu dengan orang baru melalui rasa sakitmu. Mungkin tidak sepenuhnya menyembuhkan, tapi setidaknya sedikit memberimu harapan. Karena satu satunya hal yang bisa menyembuhkan patah hati adalah waktu--atau orang baru. 

Tidak mudah memang, tapi kau harus percaya bahwa kau mampu dan bisa. Tanamkan dalam dirimu, jangan pernah berfikir bahwa sakitmulah yang paling sakit, jangan mendramatisir seolah kisahmu lah yang paling tragis. Kau harus tau, diluar sana mungkin banyak yang kisahnya jauh lebih menyesakkan. Bersyukurlah bahwa kau dihadapkan pada kesulitan, itu artinya Tuhan sayang. Kau tak perlu menangis menggeru dan menyesali masa lalu, hadapilah dengan penuh kedewasaan. Bersedih sewajarnya, menangis seperlunya. Setiap kematian butuh peratapan, namun bukan berarti kau harus larut dan hidup dalam sebuah ratapan kematian. Kau harus bangkit dengan cara yang anggun. Setelah jatuh, kau perlu menata hatimu terlebih dahulu lalu bangun. Meski harus merangkak dan membuatmu sesak, teruslah menapak sampai kau benar benar bisa berdiri tegak. Kau telah berhasil menaklukkan dirimu. 

Comments

Popular posts from this blog

Lelaki penggenggam masa lalu

Jangan bersedih Kataku, Entah siapa yang pantas menerima ucapan ini. Kamu yg masih selalu mengingat masa lalumu, atau aku yang berdiri di depanmu dg bayangan masa lalumu. Barang kali kita tampak menyedihkan. Terlalu memaksa atau justru karena ingin mencari penyembuhan dari masing masing kita. Kamu yg belum bisa lepas dari masa lalumu, dan aku yg baru saja menerima luka dari seseorang yg pernah menjanjikan bersama kemudian pergi tanpa kata. Melihatmu yang semakin mengingat masa lalumu, membuatku semakin tak di inginkan. Oh iya, apalah aku ini. Hanya sekedar penenang saat kamu kebingungan, menjadi ramai saat hatimu sepi, menjadi mimpi kala nyata di depanmu terlampau perih untuk dilewati. Aku, menyedihkan. Tidak selamanya kita akan seperti ini bukan? Mungkin esok atau lusa akan ada yg berubah dari kita. Barang kali, esok kau akan memutuskan untuk menutup semua tentang hal buruk itu, dan menatap langkah depan bersama aku yg sedari dulu menginginkan itu. Atau justru, lusa aku ya...

Kejujuran yang berat

Siang ini udara berhembus dengan ringan, matahari bersinar terik, awan awanpun saling bertegur sapa. Aku iri padanya. Andai aku juga bisa, menanyakan kabarmu yang jauh disana. Hari ini, sudah hampir 2 bulan sejak pertemuan kita terakhir kali. Tentu saja aku rindu haha. Tapi aku selalu berusaha untuk tidak terlalu larut dengan hal itu. Aku hanya menjalani dan menikmati apa yang telah terjadi. Sejujurnya bukankah apa yang telah terjadi terlalu sulit untuk kita jabarkan? Maksutku, kita terlalu gengsi untuk mengakui, pun memulai. Kita hanya sibuk membuat penolakan atas masing-masing kita. Aku tidak peduli jika kau mengira aku terlalu percaya diri karena tulisan ini, seperti yang kau sampaikan pada ku terakhir kali. Dan kau tau, perkataanmu itu juga yang membuatku berfikir bahwa aku telah terlalu jauh. Menginginkan kita bersama, nyatanya terlalu berat bagiku. Kau yang terus saja menjauh. Membuatku berfikir ratusan kali untuk pergi. Meski pada akhirnya aku kembali lagi. Meski berat, ...

Aku yang sebatas pernah

Pada sudut terkecil ruang hatimu, aku percaya aku pernah mengisinya. Menjadi alasanmu tersenyum bahagia, menggenggam harap bersama, meski pada akhirnya harus berakhir entah tanpa disengaja. Aku yang selalu mencoba mengerti, bahwa kesibukan adalah bagian dari ujian kebersamaan. Aku yang selalu meminta temu, disela sela waktu padatmu, namun seringkali harus merawat rasa itu. Aku yang selalu bilang rindu, padamu yang tak juga mampu membunuh jarak meski dekat. Aku yang selalu mencoba mematahkan takut, saat kamu diam diam mulai terlihat kalut. Bahwa setelah memberi nyaman kemudian menghilang bukanlah kamu. Nyatanya mimpi buruk itu ada. Ketakutanku benar adanya. Saat rinduku sudah tak mengenal tapi, saat kecewaku sudah tak mampu memberi maaf lagi, saat sabarku sudah tak tersisa lagi, aku mengerti ini saatnya aku untuk berhenti. Mengerti bahwa di dunia ini ada hal-hal yang memang tidak bisa kita paksakan. Dan menerima dengan ikhlas adalah sebaik-baiknya pilihan. Kini aku hanya bisa merela...