Dalam hidup pasti ada yang datang dan pergi. Entah
memberi cinta atau mengukir luka, entah tinggal entah berlalu semua silih
berganti tanpa menunggu persetujuanmu. Setiap kepergian pasti menyisakan kenangan. Bukan kepergian yang menyesakkan, tapi kenangan yang tetap tinggal disetiap sudut tempat dan waktu yang pernah menjadi saksi bisu perjalanan cintamu. Ingatlah satu hal bahwa setiap akhir adalah awal yang baru. Selalu ada yang datang ketika seseorang memilih pergi. Maka janganlah
mengkhawatirkan sebuah kepergian, meski kenangannya sulit kau lawan kau hanya perlu mengikhlaskan. Percaya bahwa Tuhan tidak akan mengambil tanpa mengganti dengan yang lebih baik. Perpisahan pasti akan terjadi, cepat atau lambat.
Seberapa menyedihkan sesuatu, seberapa menyakitkan kejadian dan seberapa sulit situasi, kenyataan tetaplah kenyataan yang harus kau hadapi. Bukankah tuhan selalu punya rencana. Setelah hujan selalu ada pelangi, setelah luka pasti ada bahagia, setelah kepergian pasti ada kehadiran. Semua indah pada waktunya, kau hanya perlu bersabar.
Patah hati itu mendewasakan. Kecewa itu menguatkan. Nikmati prosesnya, rasakan betapa sakitnya hatimu dihancurkan, betapa kecewamu sangat menyakitkan dan betapa sedihmu begitu memilukan. Kemudian menangislah sampai kau benar benar lelah, sampai hatimu payah hingga kau jengah. Patah hati sejatinya mengajarkan tentang banyak hal. Patah hati membuatmu semakin dewasa meski harus merasakan luka. Untuk bisa melompat lebih jauh harus mundur satu langkah bukan? Maka nikmatilah selagi kau merasakan sakit. Sakit dan sembuh itu satu paket, hanya waktu yang akan menggantikan keduanya. Kelak saat hatimu sudah sembuh, kau akan mengingat betapa keras upayamu untuk bangkit dari kesedihan, kau akan tersenyum mengingat bagaimana kau berusaha membunuh rasamu untuknya, mengubur dalam dalam kenangan bersamanya dan berpura pura amnesia untuk melupakannya. Semua butuh waktu dan proses. Teruslah berusaha karena kau tak pernah tau jika tiba tiba Tuhan mempertemukanmu dengan orang baru melalui rasa sakitmu. Mungkin tidak sepenuhnya menyembuhkan, tapi setidaknya sedikit memberimu harapan. Karena satu satunya hal yang bisa menyembuhkan patah hati adalah waktu--atau orang baru.
Tidak mudah memang, tapi kau harus percaya bahwa kau mampu dan bisa. Tanamkan dalam dirimu, jangan pernah berfikir bahwa sakitmulah yang paling sakit, jangan mendramatisir seolah kisahmu lah yang paling tragis. Kau harus tau, diluar sana mungkin banyak yang kisahnya jauh lebih menyesakkan. Bersyukurlah bahwa kau dihadapkan pada kesulitan, itu artinya Tuhan sayang. Kau tak perlu menangis menggeru dan menyesali masa lalu, hadapilah dengan penuh kedewasaan. Bersedih sewajarnya, menangis seperlunya. Setiap kematian butuh peratapan, namun bukan berarti kau harus larut dan hidup dalam sebuah ratapan kematian. Kau harus bangkit dengan cara yang anggun. Setelah jatuh, kau perlu menata hatimu terlebih dahulu lalu bangun. Meski harus merangkak dan membuatmu sesak, teruslah menapak sampai kau benar benar bisa berdiri tegak. Kau telah berhasil menaklukkan dirimu.
Seberapa menyedihkan sesuatu, seberapa menyakitkan kejadian dan seberapa sulit situasi, kenyataan tetaplah kenyataan yang harus kau hadapi. Bukankah tuhan selalu punya rencana. Setelah hujan selalu ada pelangi, setelah luka pasti ada bahagia, setelah kepergian pasti ada kehadiran. Semua indah pada waktunya, kau hanya perlu bersabar.
Patah hati itu mendewasakan. Kecewa itu menguatkan. Nikmati prosesnya, rasakan betapa sakitnya hatimu dihancurkan, betapa kecewamu sangat menyakitkan dan betapa sedihmu begitu memilukan. Kemudian menangislah sampai kau benar benar lelah, sampai hatimu payah hingga kau jengah. Patah hati sejatinya mengajarkan tentang banyak hal. Patah hati membuatmu semakin dewasa meski harus merasakan luka. Untuk bisa melompat lebih jauh harus mundur satu langkah bukan? Maka nikmatilah selagi kau merasakan sakit. Sakit dan sembuh itu satu paket, hanya waktu yang akan menggantikan keduanya. Kelak saat hatimu sudah sembuh, kau akan mengingat betapa keras upayamu untuk bangkit dari kesedihan, kau akan tersenyum mengingat bagaimana kau berusaha membunuh rasamu untuknya, mengubur dalam dalam kenangan bersamanya dan berpura pura amnesia untuk melupakannya. Semua butuh waktu dan proses. Teruslah berusaha karena kau tak pernah tau jika tiba tiba Tuhan mempertemukanmu dengan orang baru melalui rasa sakitmu. Mungkin tidak sepenuhnya menyembuhkan, tapi setidaknya sedikit memberimu harapan. Karena satu satunya hal yang bisa menyembuhkan patah hati adalah waktu--atau orang baru.
Tidak mudah memang, tapi kau harus percaya bahwa kau mampu dan bisa. Tanamkan dalam dirimu, jangan pernah berfikir bahwa sakitmulah yang paling sakit, jangan mendramatisir seolah kisahmu lah yang paling tragis. Kau harus tau, diluar sana mungkin banyak yang kisahnya jauh lebih menyesakkan. Bersyukurlah bahwa kau dihadapkan pada kesulitan, itu artinya Tuhan sayang. Kau tak perlu menangis menggeru dan menyesali masa lalu, hadapilah dengan penuh kedewasaan. Bersedih sewajarnya, menangis seperlunya. Setiap kematian butuh peratapan, namun bukan berarti kau harus larut dan hidup dalam sebuah ratapan kematian. Kau harus bangkit dengan cara yang anggun. Setelah jatuh, kau perlu menata hatimu terlebih dahulu lalu bangun. Meski harus merangkak dan membuatmu sesak, teruslah menapak sampai kau benar benar bisa berdiri tegak. Kau telah berhasil menaklukkan dirimu.
Comments
Post a Comment